Dolar menguat terhadap yen dalam pekan
lalu menandakan rebound dolar setelah terpuruk pekan sebelumnya.
Banyak ekonom menunjuk investasi
perusahaan yang lamban sebagai faktor lambannya pemulihan ekonomi di Jepang
seiring perusahaan memilih untuk berinvestasi diluar negeri daripada pasar
dalam negeri yang menyusut dimana posisi
menua dan menurun.
Data inflasi inti Jepang menggeliat
hingga 2 persen pada bulan maret dari 2,0 persen pada Februari. Dikatakan bahwa
indeks harga konsumen tidak termasuk makanan dan energi naik 2,1 persen,
dibandingkan dengan sebelumnya 2,0 persen dibulan Februari. Tingkat
pengangguran turun menjadi 3,4 persen pada Maret dari 3,5 persen bulan
sebelumnya.
Pair ini diprediksi terjadi koreksi
untuk turun setelah menguat tajam dua hari sebelumnya. Pergerakan koreksi turun
terlihat pada grafik D1 dimana candle harga jauh dari garis rata-rata (MA5)
dilevel 119.60. indikator RSI pada grafik harian terlihat datar, sehingga
koreksi diprediksi bakal terjadi. Pagi ini harga ada dilevel 120.13, pada
grafik H4 harga akan tembus support 120.00 akan menuju 119.60.
Author Paulswen / Pin BB 2A6066FB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar